SAMBAS - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang bersama Pemerintah Kabupaten Sambas mempererat kerja sama untuk mempercepat program Electrifying Agriculture demi mendorong pertanian modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Komitmen ini diwujudkan melalui koordinasi strategis antara PLN UP3 Singkawang dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sambas mengenai rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan listrik di sektor pertanian.
Pertemuan di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sambas pada Senin (11/5) menjadi awal penguatan kolaborasi pemanfaatan listrik untuk pompanisasi, pengolahan hasil panen, hingga sarana produksi modern.
Sebagai penopang ketahanan pangan di Kalimantan Barat, Sambas berpotensi besar dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi, di mana PLN hadir memberi solusi kelistrikan untuk mendongkrak produktivitas usaha tani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Apriadi, mengapresiasi langkah kolaboratif PLN dalam mendukung modernisasi sektor pertanian di daerahnya.
“Kami menyambut baik rencana kolaborasi bersama PLN dalam penguatan elektrifikasi sektor pertanian di Kabupaten Sambas. Pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan pompanisasi maupun pengolahan hasil pertanian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung produktivitas petani, serta mendorong pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menegaskan PLN berkomitmen menghadirkan listrik andal yang menjadi penggerak pertumbuhan sektor produktif masyarakat.
“PLN UP3 Singkawang siap mendukung transformasi pertanian modern melalui pemanfaatan energi listrik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Melalui sinergi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, kami ingin memastikan kebutuhan listrik sektor pertanian dapat terpenuhi secara optimal untuk mendukung pompanisasi, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan usaha tani yang lebih produktif. Kami berharap kolaborasi ini dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Made.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan bahwa program Electrifying Agriculture adalah strategi PLN mendukung ketahanan pangan nasional dan ekonomi daerah.
“PLN berkomitmen memperluas pemanfaatan energi listrik pada sektor produktif, termasuk pertanian, sebagai bagian dari transformasi energi nasional. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN ingin menghadirkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi bersama pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat elektrifikasi pertanian dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkap Maria.
Maria menambahkan, penguatan elektrifikasi pertanian diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi warga sekaligus membuka peluang usaha tani yang adaptif pada teknologi.
Melalui sinergi PLN dan Pemkab Sambas, program Electrifying Agriculture diharapkan memperkuat produktivitas, meningkatkan nilai tambah, dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.