Kemenperin dan Perdagangan Tetapkan Tarif Baru PLTA 2026

Senin, 18 Mei 2026 | 11:22:46 WIB
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 dan Outlook 2026 (FOTO: NET)

HANOI - Kementerian Perindustrian dan Perdagangan resmi menyepakati batas harga untuk pembangkit listrik tenaga air pada tahun 2026, dengan nilai tertinggi sebesar 1.110 VND/kWh.

Instansi tersebut baru saja merilis Keputusan No. 1127/QD-BCT terkait persetujuan ketentuan tarif pembangkitan listrik yang akan diterapkan pada sektor pembangkit listrik tenaga air untuk periode tahun 2026.

Merujuk pada ketetapan tersebut, batas tarif pembangkitan listrik tenaga air di tahun 2026 dipatok mulai dari 0 hingga 1.110 VND/kWh.

Nilai nominal ini belum mengover pajak sumber daya air, beban biaya jasa lingkungan hutan, biaya atas hak eksploitasi sumber daya air, serta pajak pertambahan nilai (PPN); di mana angka tertingginya dipatok pada kisaran 1.110 VND/kWh.

Ketentuan mengenai kerangka harga pembangkitan listrik tersebut diberlakukan bagi sektor pembangkit listrik tenaga air sebagaimana diatur melalui Surat Edaran No. 09/2025/TT-BCT milik Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yang membahas berkas, proses, serta metode penentuan dan legalitas kerangka harga listrik; yang kemudian diperbarui lewat Surat Edaran No. 54/2025/TT-BCT.

Adapun keputusan ini diterbitkan dengan berlandaskan pengajuan dari Grup Perusahaan Listrik Vietnam (EVN) lewat berkas resmi No. 2294/EVN-KDMB? pada 22 April 2026, serta rekomendasi dari Direktur Departemen Kelistrikan.

Pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa berbekal kerangka nilai jual listrik yang telah disahkan tersebut, EVN bersama unit-unit pembangkit listrik terkait bakal melakukan proses negosiasi sekaligus menyepakati kontrak jual beli listrik yang selaras dengan payung hukum mengenai sistem penetapan harga jasa pembangkitan listrik dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Langkah perilisan ketentuan harga tahunan ini menjadi pijakan dasar bagi seluruh pihak dalam merumuskan skema penetapan nominal listrik pada kesepakatan jual beli daya, sekaligus menjadi stimulus dalam menggaransi keterbukaan operasional di pasar kelistrikan.

Di tengah situasi kebutuhan pasokan listrik yang merangkak naik secara kontinu, terkhusus sepanjang musim kemarau 2026, sektor energi air dipastikan tetap memegang andil krusial dalam menyuplai daya ke jaringan interkoneksi nasional.

Kendati demikian, potensi maksimal pemanfaatan energi air ini bakal sangat bergantung pada situasi hidrologi pada area bendungan beserta regulasi manajemen air untuk keperluan rumah tangga dan sektor industri.

Ketetapan dalam Keputusan No. 1127/QD-BCT ini mulai berjalan sah terhitung sejak waktu pengesahannya, yaitu pada 14 Mei 2026.

Terkini