Antisipasi Penyelewengan, BPH Migas Pantau SPBU Wonosobo-Tegal

Minggu, 17 Mei 2026 | 10:01:48 WIB
Kunjungan kerja Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati ke Jawa Tengah (FOTO: NET)

WONOSOBO - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) konsisten mengawal proses penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah Wonosobo serta Tegal, Jawa Tengah agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Langkah ini diaplikasikan demi menjamin BBM subsidi (Solar) serta BBM kompensasi (Pertalite) bisa diakses oleh masyarakat yang berhak, sekaligus meminimalkan risiko penyelewengan dalam rantai distribusi.

Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto memaparkan bahwa konsistensi stok, kelancaran pasokan, serta ketepatan target penyaluran BBM menjadi pilar utama penggerak roda ekonomi warga, utamanya yang berdomisili di area perbukitan.

Pasokan BBM subsidi dan kompensasi ini menjadi penyokong sektor ekonomi bagi para petani serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus menekan beban biaya operasional mereka.

“Kehadiran BPH Migas di sini adalah untuk menjamin ketersediaan stok BBM bagi masyarakat di setiap SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Kami juga memastikan kualitas produk yang dijual benar-benar sesuai dengan standar kelayakan yang telah ditentukan,” ujarnya pasca meninjau beberapa SPBU di Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026).

BPH Migas memastikan seluruh sarana, fasilitas, beserta pelayanan pada SPBU beroperasi secara maksimal dan patuh terhadap aturan yang ada.

Pria yang akrab disapa Baher tersebut juga berdialog secara langsung bersama para pengemudi mobil tangki guna memastikan proses pengiriman dari terminal BBM menuju SPBU berjalan aman tanpa hambatan.

Bukan hanya itu, Baher pun memeriksa kendaraan yang tengah mengisi BBM memanfaatkan QR Code demi memastikan kecocokan data lapangan, seperti nomor registrasi polisi serta tipe kendaraan, dengan data digital.

Baher menjelaskan bahwa lewat ketersediaan BBM subsidi dan kompensasi yang stabil di SPBU, pengeluaran produksi serta biaya transportasi hasil bumi petani ataupun produk UMKM di area Wonosobo dapat ditekan sehingga harganya tetap konstan dan ekonomis.

“Melalui pengawasan ini, masyarakat kami imbau agar wajar membeli BBM bersubsidi dan kompensasi, sehingga dapat dinikmati masyarakat yang berhak. Tidak perlu berlebihan,” tambahnya.

Baher menuturkan bahwa BPH Migas senantiasa mendorong manajemen SPBU untuk memperketat proses validasi digital dan menaati aturan distribusi BBM subsidi.

Tindakan ini menjadi bagian dari strategi dalam mempertahankan ketahanan pasokan BBM secara berkelanjutan di sepanjang tahun.

Pada kesempatan yang sama, Sales Area Manager Retail Area Semarang Pertamina Patra Niaga (PPN) Achmad Rifqi menyerahkan apresiasi atas agenda pengawasan yang dijalankan oleh BPH Migas.

Ia menilai Wonosobo yang memegang status sebagai salah satu pusat pelesiran utama di Jawa Tengah kerap kali dihadapkan pada lonjakan permintaan BBM, khususnya pada momen libur panjang ke arah dataran tinggi Dieng.

Oleh sebab itu, pihak perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi demi mengamankan ketersediaan pasokan BBM di tiap-tiap SPBU.

“Kami mengimbau warga untuk tidak khawatir dan tetap bijak dalam melakukan pengisian di SPBU,” ucapnya.

Satu hari sebelumnya, yakni pada Kamis (14/5/2026), Baher juga telah melaksanakan pemantauan SPBU di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

Pemeriksaan di kawasan pesisir tersebut dipandang krusial mengingat Tegal menjadi urat nadi pergerakan angkutan logistik di Pantai Utara Jawa (Pantura) sekaligus pintu keluar Tol Trans Jawa.

“Jalur Pantura dan area keluar tol di Kota Tegal ini memiliki volume kendaraan logistik yang sangat tinggi, sehingga potensi kerawanan penyalahgunaan kuota Solar subsidi di wilayah pesisir ini menjadi perhatian khusus kami,” paparnya.

Agenda tersebut turut diikuti oleh Sales Area Manager Retail Tegal PPN Aris Irmi serta Sales Branch Manager Retail Tegal I PPN Azri Ramadan Tambunan.

Terkini