PLN Pasang PLTS Atap di 400 Gedung Guna Perkuat Efisiensi Energi

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:55:05 WIB
PLN Luncurkan Sistem Energi Pintar (FOTO: NET)

JAKARTA - PT PLN (Persero) secara resmi mulai mengimplementasikan sistem manajemen energi pintar di lingkungan perkantoran melalui program Smart & Green Building yang diluncurkan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/5/2026). 

Melalui inovasi tersebut, beragam fasilitas kantor PLN dilengkapi dengan PLTS Atap, sistem kontrol kelistrikan, hingga perangkat pendingin ruangan digital untuk memperkokoh efisiensi energi serta mengurangi emisi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memaparkan bahwa kemajuan teknologi saat ini menjadikan pengelolaan energi pada bangunan lebih otomatis dan terintegrasi. 

Kondisi ini mendorong PLN untuk terus beradaptasi dengan membangun sistem energi yang lebih modern serta fleksibel.

"Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation," ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa keberadaan teknologi seperti PLTS Atap, kendaraan listrik, dan sistem otomasi telah mengubah fungsi gedung maupun rumah yang kini tidak hanya sekadar menjadi pengguna energi.

"Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah," kata Darmawan.

Sebagai proyek percontohan, Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN kini telah terpasang PLTS Atap dengan daya sebesar 89,28 kilowatt peak (kWp). 

Sarana tersebut terkoneksi dengan Energy Management System sebagai pusat kontrol digital yang mendukung pemantauan serta pengaturan pemakaian energi secara real time dan efisien.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menilai bahwa inisiatif Smart & Green Building sangat krusial agar PLN dapat memberikan bukti nyata efisiensi energi di lingkungan internal.

"Kami ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kami sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri," ujar Andi.

Penerapan prinsip keberlanjutan ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan.

"Sustainability bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan," tambah Andi.

Sementara itu, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah, menjelaskan bahwa program ini terlaksana atas kolaborasi PLN Group, melibatkan PLN Icon Plus serta Dana Pensiun PLN sebagai penyedia manajemen bangunan dengan model managed service.

"Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS Atap dan Energy Management System terintegrasi," ujar Khairullah.

Pada fase awal tersebut, PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap hingga 1.100 kWp serta 471 unit IoT Smart AC yang terhubung ke sistem pemantauan digital. 

Ke depannya, PLN telah memetakan sekitar 400 gedung yang memiliki potensi untuk dipasang PLTS Atap dari total 1.300 gedung perusahaan di Indonesia.

"Dalam roadmap 2026-2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent," tutup Khairullah.

Tujuan jangka panjang dari program ini adalah penerapan secara bertahap di ratusan gedung PLN Group hingga 2035 sebagai bentuk nyata modernisasi manajemen energi perusahaan.

Terkini