Kisah Haru Saudara Kembar Tiga Wan yang Menikah Secara Serempak

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:49:55 WIB
Kembar 3 Nikah Di China. (Sumber Foto:NET)

HENAN – Nuansa sukacita menyelimuti salah satu kawasan di kota Shangqiu, Provinsi Henan, Tiongkok pada permulaan Maret 2026. Sebuah acara pernikahan mendadak viral dan menggetarkan hati para warganet setelah tiga pria bersaudara kembar identik memilih untuk melangsungkan janji suci di hari yang sama.

 Terlahir pada tahun 2000, tiga bersaudara bermarga Wan ini tumbuh dewasa tanpa pernah terpisahkan oleh situasi maupun jarak.

Bagi Wan beserta kedua saudara laki-lakinya, kebersamaan telah menjadi prinsip hidup yang melekat erat. 

Sejak masa kanak-kanak, mereka senantiasa berbagi ruang dan memiliki identitas yang nyaris serupa.

 Wan, putra kedua dari kembar tiga tersebut, menceritakan betapa kuatnya jalinan persaudaraan di antara mereka.

"Kami melakukan semuanya bersama-sama. Kami mengenakan pakaian yang sama. Kami tidur di ranjang yang sama. Kami bersekolah di sekolah yang sama. Sekarang kami bekerja di perusahaan yang sama," ungkap Wan dikutip dari berbagai sumber.

Tatkala diskusi mengenai jenjang pernikahan mulai dibicarakan secara serius, muncul gagasan unik dari orang tua mereka untuk merayakan hari sakral tersebut secara berbarengan. 

Ide ini pun diterima dengan baik oleh ketiga calon mempelai wanita beserta pihak keluarga masing-masing.

"Kami lahir di hari yang sama dan ingin melangsungkan pernikahan di hari yang sama. Orang tua saya berpikir itu akan lebih ramai dan meriah," tambah Wan.

Meski selalu berdampingan, kisah asmara mereka berangkat dari latar belakang yang beraneka ragam.

 Anak sulung telah merajut kasih selama tiga tahun dengan pasangannya yang berasal dari Yunnan. 

Wan, sebagai anak kedua, telah menjalin hubungan selama empat tahun dengan istrinya yang berasal dari Guizhou.

 Sementara itu, si bungsu menemukan belahan jiwanya dari kota yang sama setelah berpacaran selama dua tahun.

Walaupun asal daerah pasangan mereka berbeda-beda, kesamaan pandangan membawa mereka pada satu mufakat. "Kami semua merasa waktunya sudah tepat untuk menikah," tegas Wan.

Pada saat hari pernikahan tiba, kehadiran saudara kembar di sisi kiri dan kanannya terbukti menjadi pereda rasa cemas yang sangat efektif bagi Wan. 

Berjalan menuju pelaminan secara bersamaan dengan mengenakan setelan jas yang seragam memberikan rasa tenang yang luar biasa.

"Ditemani saudara-saudara saya, saya tidak merasa gugup di acara pernikahan. Saya merasa rileks," aku Wan dengan penuh rasa syukur.

Peristiwa kelahiran kembar tiga secara alami merupakan kejadian yang sangat jarang dengan peluang 1 berbanding 100.000 kelahiran.

 Pernikahan ini pun mencuri perhatian publik bukan sekadar sebagai sebuah pesta, melainkan sebagai bukti nyata dari ikatan persaudaraan yang begitu kokoh.

Terkini