BPS Petakan Potensi Ekonomi Anambas Melalui Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:28:16 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Anambas Dimulai (FOTO: NET)

ANAMBAS – Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Anambas telah resmi dimulai sejak 1 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2026.

 Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan agenda strategis ini untuk memetakan potret ekonomi wilayah yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan di masa depan.

 Pada tahap permulaan, pendataan menitikberatkan pada sektor industri, terutama minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi motor penggerak utama ekonomi di Anambas.

Kepala BPS Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, bersama Bupati Anambas, Aneng, mendatangi kawasan Matak Base di Kecamatan Kute Siantan pada Senin (11/5) guna meninjau proses pendataan. 

Kawasan Matak Base berada di bawah koordinasi SKK Migas dan berfungsi sebagai pusat logistik serta operasional penunjang aktivitas pengeboran migas lepas pantai di wilayah Anambas.

Toto Haryanto Silitonga menjelaskan bahwa sensus ekonomi yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali ini sangat penting untuk memantau pergeseran struktur ekonomi dan dinamika dunia usaha di daerah.

 Data yang dihasilkan akan dipakai pemerintah sebagai fondasi dalam menentukan arah kebijakan dan pengambilan keputusan strategis.

“Melalui sensus ekonomi ini kami bisa melihat perubahan ekonomi selama 10 tahun terakhir. Mulai dari perkembangan usaha, industri, tenaga kerja sampai potensi ekonomi daerah. Data ini sangat penting karena menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan pembangunan,” ujar Toto.

Ia menambahkan bahwa sektor migas memperoleh perhatian khusus mengingat kontribusinya yang sangat besar bagi perekonomian Kabupaten Kepulauan Anambas dan Provinsi Kepulauan Riau. 

Meski demikian, pihak BPS belum mendapatkan data mendalam terkait jumlah sumur aktif maupun volume produksi dari pihak korporasi dan SKK Migas dalam kunjungan tersebut.

Aneng menegaskan pentingnya proses pembangunan yang berlandaskan pada data valid serta terukur agar program-program pemerintah dapat menyasar kebutuhan masyarakat secara tepat.

“Kalau datanya lengkap dan akurat, pemerintah pusat akan lebih mudah melihat kebutuhan daerah kami. Karena itu saya berharap seluruh pelaku usaha mendukung sensus ekonomi ini agar pembangunan Anambas ke depan lebih terarah,” tegasnya.

Terkini