Pakar UGM Ungkap Kebiasaan Buruk yang Bikin Baterai Mobil Listrik Boros

Senin, 11 Mei 2026 | 11:23:04 WIB
Impresi berkendara Omoda O9 ( Sumber : NET )

YOGYAKARTA – Kendaraan listrik saat ini semakin diminati oleh publik karena dianggap memiliki biaya operasional yang jauh lebih hemat serta lebih bersahabat bagi kelestarian lingkungan.

Meski demikian, tidak sedikit pemilik mobil listrik yang kurang menyadari bahwa mereka kerap melakukan kebiasaan buruk saat mengemudi, yang berdampak pada pemborosan energi baterai dan menurunnya jarak tempuh kendaraan. 

Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan bahwa ada beberapa kebiasaan umum para pengguna yang memberikan efek negatif pada efisiensi daya.

Menurut pandangannya, salah satu perilaku yang seharusnya dihindari pengemudi adalah melakukan akselerasi secara mendadak atau agresif.

 Karakteristik mobil listrik yang memiliki torsi instan sering kali menggoda pengendara untuk menginjak pedal gas sedalam mungkin saat kendaraan mulai bergerak dari posisi diam.

"Padahal konsumsi daya listrik paling besar terjadi ketika awal jalan. Selain beban menggerakkan mobil yang berat, butuh daya lebih besar, gas pol juga akan mengurangi daya lebih banyak,” kata Jayan belum lama ini.

Jayan menjelaskan bahwa gaya mengemudi yang agresif memang menyuguhkan sensasi berkendara yang memuaskan karena respons tenaga yang instan.

 Akan tetapi, tindakan tersebut membuat cadangan energi baterai lebih cepat terkuras sehingga jangkauan jarak tempuh mobil menjadi semakin terbatas. 

Hal ini terjadi karena baterai adalah sumber energi tunggal bagi mobil listrik dengan kapasitas yang sudah dipatok pada tiap-tiap model.

“Mobil listrik yang kerap dipakai ngebut sampai kecepatan tinggi juga bisa lebih boros, karena daya listrik akan terkuras lebih banyak.

 Waktu tempuhnya mungkin lebih cepat, tapi jarak tempuh jadi lebih pendek,” jelas Jayan.

Selain masalah gaya berkendara, penggunaan fitur penyejuk udara atau air conditioner (AC) juga memegang peranan dalam tingkat konsumsi daya baterai. 

Menyetel suhu AC pada tingkat yang terlalu dingin, terutama saat cuaca panas, akan memperberat beban kerja pada sistem pendingin kabin.

“Komponen AC mobil listrik tak lagi membebani motor listrik atau performa, tapi membebani baterai, sehingga daya listrik akan terus terkuras selama AC hidup. 

Makin dingin target yang harus dicapai, beban kerjanya makin berat,” ujar Jayan.

Oleh karena itu, para pemilik mobil listrik sangat disarankan untuk mengemudi dengan lebih tenang dan mengatur penggunaan AC secara bijak agar efisiensi baterai tetap terjaga sehingga jarak tempuh yang dihasilkan bisa maksimal.

Terkini