ASEAN-EU Sepakat Dorong Transisi Energi dan Ekonomi Berkelanjutan

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:37:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) sebagai rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu

JAKARTA – ASEAN dan Uni Eropa (EU) telah mencapai kesepakatan untuk mendorong langkah nyata dalam memajukan transisi energi serta pertumbuhan berkelanjutan.

 Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi di level kawasan serta dukungan terhadap perencanaan yang lebih kohesif.

Dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keberlanjutan ASEAN-EU yang berlangsung di sela-sela KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis, Indonesia memandang bahwa perencanaan dan kolaborasi tersebut sangat krusial guna mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi.

"Satu-satunya jalan yang layak ke depan adalah perencanaan kohesif yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek pembangunan," kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Leonardo Sambodo yang mewakili Indonesia dalam agenda tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi Dewan Bisnis EU-ASEAN (EU-Asean Business Council) yang diterima di Jakarta, Kamis, kedua kawasan sepakat bahwa keberlanjutan kini telah menjadi sebuah keharusan secara ekonomi di tengah berbagai tekanan masalah ekonomi dan perubahan iklim.

Oleh karena itu, kerja sama antara ASEAN dan Uni Eropa menjadi faktor kunci dalam membuka peluang-peluang baru sekaligus mewujudkan komitmen bersama di sektor pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, Duta Besar Uni Eropa untuk Filipina, Massimo Santoro, mengungkapkan bahwa ambisi nasional dalam mengendalikan dampak lingkungan dan perubahan iklim sering kali terbentur oleh keterbatasan kemampuan finansial saat implementasi.

"Oleh karena itu, menguatkan hubungan antara ambisi dan pendanaan amat penting untuk mengubah kebijakan menjadi dampak nyata,” kata Dubes Santoro.

Menteri Keuangan Filipina, Frederick Go, turut menegaskan pentingnya menyelaraskan laju pertumbuhan ekonomi dengan prioritas keberlanjutan. 

Ia juga memberikan sorotan pada peran penguatan kemitraan perdagangan guna mendukung percepatan transisi energi.

Menkeu Go mengambil contoh kerja sama antara Uni Eropa dan Filipina yang saat ini terus berjalan dengan baik dan mulai difokuskan pada sektor keberlanjutan, iklim, serta pertumbuhan yang inklusif.

Wakil Ketua dan Direktur Eksekutif Komisi Perubahan Iklim Filipina (CCC), Robert Borje, memaparkan bahwa krisis energi yang melanda saat ini justru membuka celah kerja sama dan investasi baru dalam upaya mewujudkan sumber energi yang lebih hijau di masa depan.

KTT Keberlanjutan ASEAN-EU 2026 ini diselenggarakan oleh EU-ASEAN Business Council bersama Kamar Dagang Eropa Filipina (ECCP) dengan dukungan Departemen Perdagangan dan Industri Filipina di bawah keketuaan Filipina di ASEAN pada tahun 2026.

KTT ke-48 ASEAN yang dihadiri oleh para pemimpin negara di Asia Tenggara dijadwalkan akan dilaksanakan pada Jumat (8/5) waktu setempat.

Terkini