JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta resmi membebaskan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai untuk mempercepat transisi transportasi ramah lingkungan di Ibu Kota.
Pemerintah daerah mengambil langkah berani demi memastikan udara Jakarta semakin bersih dari emisi gas buang kendaraan.
Lusiana Herawati berpendapat, bahwa pemberian insentif ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat untuk membebaskan beban administrasi bagi pengguna transportasi hijau.
"Setelah terbit Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang pemberian insentif fiskal berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, kebijakan Pemprov DKI Jakarta sejalan dengan ketentuan tersebut, yakni tetap memberikan insentif berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai," kata Lusiana Herawati, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Skema fiskal tersebut secara otomatis mengubah perhitungan biaya kepemilikan alat transportasi di wilayah ibu kota.
Biaya operasional bulanan hingga pengeluaran administratif tahunan kini menjadi jauh lebih ringan bagi para pemilik kendaraan setrum.
Dampaknya sangat terasa pada saat proses perpanjangan STNK tahunan di kantor Samsat.
Komponen yang perlu dibayarkan kini hanya menyisakan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan atau SWDKLLJ.
Untuk kategori motor listrik, pemilik hanya perlu merogoh kocek sebesar 35.000 rupiah untuk total biaya perpanjangan.
Sementara itu bagi pengguna mobil listrik pribadi cukup menyiapkan dana sekitar 143.000 rupiah saja setiap tahunnya.
Keistimewaan ini tetap berlaku meskipun harga jual kendaraan tersebut menyentuh angka miliaran rupiah.
Ketentuan tersebut menjadi angin segar bagi ekosistem otomotif berbasis baterai yang sedang berkembang pesat di tanah air.
PT Jasa Raharja tetap menjadi pengelola dana santunan kecelakaan sesuai dengan regulasi keuangan yang berlaku secara nasional.
Minat masyarakat untuk beralih dari mesin pembakaran internal diprediksi akan melonjak seiring adanya keuntungan finansial yang signifikan ini.