WALHI Maluku Utara Dorong Transisi Energi Berbasis Masyarakat di Gane

Senin, 04 Mei 2026 | 13:27:11 WIB
ilustrasi Masyarakat di Gane

TERNATE - WALHI Maluku Utara menginisiasi Sekolah Lapangan sebagai upaya memperkuat transisi energi berbasis masyarakat guna melawan narasi energi bersih yang eksploitatif.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap aktivitas industri yang dianggap mengancam keberlanjutan hutan dan kelestarian pulau-pulau kecil di wilayah tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan membentuk delapan sekolah transisi energi di wilayah Gane. Ini sebagai bentuk keseriusan WALHI dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” jelasnya Irsandi Hidayah, dikutip dari naskah sumber, Senin (4/5/2026).

Irsandi Hidayah berpendapat bahwa masyarakat perlu dibekali pemahaman mendalam untuk mengelola energi secara mandiri agar tidak terus bergantung pada kebijakan pemerintah.

Rencana besar ini akan difokuskan pada 8 titik di kawasan Gane sebagai fondasi awal penguatan hak demokratis rakyat atas sumber daya alam.

Pulau Widi dipilih menjadi lokasi percontohan karena dianggap merepresentasikan tantangan nyata akses energi di wilayah terpencil.

Kehadiran industri nikel dan batu bara yang sangat masif di Halmahera dinilai belum memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan penduduk setempat.

Banyak warga justru masih kesulitan mendapatkan akses layanan publik yang memadai meskipun daerahnya kaya akan sumber daya mineral.

Kerusakan lingkungan menjadi kekhawatiran utama yang muncul seiring dengan ekspansi pertambangan dan proyek panas bumi di Maluku Utara.

Dukungan juga datang dari kalangan akademisi yang melihat perlunya keseriusan dalam mengarahkan manfaat sumber daya alam bagi kepentingan publik secara langsung.

Program ini diharapkan mampu melahirkan praktik kemandirian energi yang kuat di tingkat komunitas untuk menjaga kedaulatan ruang kelola rakyat.

Terkini