Harga Minyak Kembali Sentuh US 120 Akibat Ketegangan Geopolitik

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:55 WIB
ilustrasi harga minyak

SINGAPURA – Harga minyak kembali sentuh US 120 per barel pada perdagangan pagi ini menyusul kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Kenaikan tajam ini mengejutkan banyak analis komoditas yang sebelumnya memprediksi pergerakan harga akan tetap stabil di bawah level psikologis tersebut.

Hanif Faisol berpendapat, bahwa lonjakan biaya energi yang terjadi secara mendadak sering kali menjadi pemicu utama bagi pemerintah untuk segera melakukan langkah mitigasi stok nasional.

"Dampak El Nino ini nyata, jangan tunggu api membesar baru kita sibuk memadamkan," ujar Hanif Faisol, saat wawancara di tempat/gedung pada, Selasa (28/4/2026).

Lonjakan harga pada jenis Brent dan West Texas Intermediate dipicu oleh serangan mendadak pada infrastruktur pengolahan utama di negara penghasil minyak terbesar.

Pasar bereaksi sangat sensitif terhadap setiap kabar mengenai penutupan jalur distribusi logistik internasional di Selat Hormuz.

Angka 120 dolar ini mencerminkan kenaikan sekitar 15 persen hanya dalam waktu 3 hari perdagangan berturut-turut.

Investor kini cenderung mengalihkan aset mereka ke komoditas mentah demi menghindari risiko depresiasi nilai uang akibat potensi inflasi tinggi.

Beberapa maskapai penerbangan mulai bersiap menyesuaikan tarif angkutan guna menutupi membengkaknya biaya avtur yang tidak terelakkan.

Sektor manufaktur di kawasan Asia diprediksi akan menjadi pihak yang paling merasakan tekanan biaya produksi akibat ketergantungan impor yang besar.

Pemerintah di berbagai belahan dunia kini mempertimbangkan untuk melepas cadangan minyak darurat demi menstabilkan volatilitas harga yang liar.

Kondisi pasar diperkirakan tetap akan berada dalam zona hijau selama belum ada jaminan keamanan pada jalur pipa pasokan utama dunia.

Terkini