Strategi Sovereign Green Fund Dorong Transisi Energi Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 13:50:19 WIB
ilustrasi Sovereign Green Fund

JAKARTA – Sovereign Green Fund menjadi pilar utama untuk menopang transisi energi di Indonesia melalui penyediaan pembiayaan berkelanjutan bagi proyek energi terbarukan.

Skema pendanaan ini muncul sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan modal dalam mengalihkan ketergantungan dari energi fosil ke sumber yang lebih bersih.

Erick Thohir berpendapat, bahwa keberadaan dana investasi hijau berdaulat akan memberikan jaminan stabilitas bagi investor jangka panjang yang tertarik pada sektor rendah karbon.

"Sovereign Green Fund diharapkan mampu menjadi motor penggerak investasi hijau yang terukur untuk menjamin keberlanjutan ekonomi," ujar Erick Thohir, saat memberikan keterangan resmi di kantor pusat pada, Selasa (28/4/2026).

Pemerintah menargetkan penyaluran dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur transmisi listrik yang mampu menghubungkan sumber energi terbarukan antar pulau.

Langkah ini dianggap krusial mengingat potensi energi hijau di Indonesia tersebar di lokasi yang cukup jauh dari pusat beban listrik utama.

Pengelolaan dana ini harus dilakukan dengan standar akuntabilitas internasional agar mampu bersaing memperebutkan modal di pasar global.

Keterlibatan lembaga keuangan dunia juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknis dalam eksekusi proyek-proyek strategis nasional.

Transformasi ini tidak hanya berfokus pada sisi lingkungan tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja baru di sektor industri hijau.

Melalui integrasi kebijakan yang tepat, beban fiskal negara untuk subsidi energi kotor dapat berkurang secara bertahap dalam 10 tahun ke depan.

Kemitraan antara sektor publik dan swasta menjadi kunci utama agar penetrasi teknologi energi bersih berjalan lebih cepat dari jadwal semula.

Keberlanjutan pasokan energi yang mandiri akan memperkuat posisi tawar ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik energi dunia yang tidak menentu.

Terkini