LONDON – Laporan penurunan persediaan stok minyak mentah Amerika Serikat memicu kondisi di mana harga minyak dunia lanjutkan peningkatan pada perdagangan Rabu ini.
Optimisme pasar kembali menguat setelah data industri menunjukkan angka cadangan yang lebih rendah dari perkiraan awal para analis.
Tekanan beli terus mendominasi lantai bursa energi internasional sepanjang sesi perdagangan pagi ini.
"Penurunan stok minyak mentah yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute memberikan dorongan teknis bagi harga untuk menembus level resistensi baru," ujar Robert Yawger, Direktur Berjangka Energi di Mizuho, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).
Robert Yawger berpendapat bahwa kondisi pasar saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang sangat dipengaruhi oleh data fundamental stok domestik Amerika Serikat.
Cadangan minyak mentah dilaporkan merosot sebanyak 2,5 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 24 April 2026.
Selain itu stok bensin juga mengalami penurunan sebesar 1,2 juta barel yang menandakan tingginya konsumsi transportasi.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data resmi dari pemerintah federal untuk mengonfirmasi tren penipisan stok tersebut.
Situasi geopolitik di beberapa wilayah penghasil minyak utama masih memberikan premi risiko pada harga per barel.
Produksi minyak mentah global diprediksi tidak akan mengalami kenaikan drastis dalam waktu dekat sesuai kesepakatan kuota terbaru.
Permintaan dari negara-negara berkembang terus merangkak naik seiring dengan ekspansi sektor industri manufaktur mereka.
Kenaikan harga ini diperkirakan akan memberikan dampak berantai pada biaya energi dan inflasi di tingkat konsumen global.