Danantara Bidik Investasi Proyek Energi ke Singapura US$30 Miliar

Selasa, 28 April 2026 | 13:08:00 WIB
ilustrasi Danantara Bidik

JAKARTA – Lembaga pengelola investasi Danantara bidik investasi proyek energi ke Singapura senilai US$30 miliar sebagai langkah memperkuat ketahanan energi di kawasan.

Langkah ekspansi ini menandai babak baru bagi otoritas investasi Indonesia dalam mengelola portofolio aset strategis di kancah global.

Muliaman Hadad menekankan bahwa kolaborasi lintas batas ini bertujuan untuk menciptakan integrasi jaringan energi yang lebih stabil bagi pasar Asia Tenggara.

"Danantara bidik investasi proyek energi ke Singapura US$30 miliar untuk mendukung pengembangan ekosistem energi bersih yang terintegrasi," ujar Muliaman Hadad, sebagaimana dilansir dari idnfinancials.com, Selasa (28/4/2026).

Skema pendanaan masif tersebut diharapkan mampu menarik minat investor global untuk berpartisipasi dalam pembangunan kabel listrik bawah laut.

Pemerintah optimistis bahwa proyek ini tidak hanya menguntungkan dari sisi finansial, tetapi juga mempercepat transisi energi nasional.

Muliaman Hadad berpendapat bahwa kemitraan dengan Singapura akan membuka akses teknologi baru yang sangat dibutuhkan dalam mengelola energi terbarukan secara efisien.

"Kami sedang mematangkan detail teknis dan kerangka regulasi agar investasi skala besar ini memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara," jelas Muliaman Hadad melalui idnfinancials.com.

Target penyelesaian tahap awal proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak instan pada penguatan nilai cadangan devisa melalui ekspor listrik.

Sinkronisasi kebijakan antara otoritas keuangan kedua negara terus dilakukan guna meminimalkan risiko investasi di tengah fluktuasi ekonomi global saat ini.

Terkini