TEHERAN – Iran menegaskan tidak akan mengizinkan siapa pun melakukan ekspor minyak dari Timur Tengah jika Teheran tetap dilarang menjual komoditas energinya ke luar negeri.
Pernyataan ini mencerminkan eskalasi ketegangan yang berpotensi mengganggu jalur logistik energi paling vital di dunia.
"Iran tidak akan mengizinkan siapa pun mengekspor minyak dari Timur Tengah jika Teheran sendiri tidak bisa mengekspornya," ujar seorang pejabat senior Iran, sebagaimana dilansir dari sindonews.com, Sabtu (25/4/2026).
Pejabat tersebut menggarisbawahi bahwa keamanan navigasi di kawasan harus dirasakan secara adil oleh seluruh negara produsen tanpa terkecuali.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan sanksi yang dinilai melumpuhkan fondasi ekonomi domestik mereka.
Dunia internasional kini menyoroti Selat Hormuz sebagai titik paling rawan jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan dalam aksi militer.
Para pengamat energi memprediksi volatilitas harga pasar akan meningkat tajam jika jalur distribusi utama di kawasan tersebut mengalami gangguan teknis.
Otoritas keamanan di kawasan mulai meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di perairan internasional.
Upaya diplomasi masih terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencegah terjadinya krisis energi yang lebih luas di masa depan.
Kedaulatan ekonomi menjadi alasan utama di balik sikap keras yang ditunjukkan oleh pemerintah Teheran dalam menghadapi tekanan eksternal.