JAKARTA – Ducati daftarkan hak paten motor listrik terbaru yang fokus pada desain ramping dan performa tinggi 18.500 rpm untuk versi produksi massal masa depan.
Langkah berani diambil pabrikan motor asal Italia, Ducati, yang semakin serius menggarap lini elektrifikasi ramah lingkungan bagi para pecintanya. Perusahaan yang bermarkas di Borgo Panigale ini baru saja mendaftarkan paten motor listrik Ducati terbaru dengan orientasi performa tinggi.
Berbeda dari model V21L yang selama ini menjadi andalan di ajang balap MotoE, paten kali ini kabarnya diproyeksikan untuk unit produksi massal. Fokus utamanya terletak pada pengemasan komponen penggerak yang dibuat sangat ramping guna mengatasi masalah dimensi baterai yang biasanya kaku.
Ducati menggunakan tata letak sensor posisi rotor yang tidak konvensional agar kontrol motor menjadi jauh lebih presisi bagi para pengendara nanti. Penempatan sensor ini sengaja didesain sedemikian rupa untuk menjaga profil mesin tetap tipis sehingga tidak menambah lebar fisik motor.
Dikutip dari Rideapart, Selasa, 21 April 2026, motor listriknya juga dipasang secara melintang dan mampu berputar hingga kecepatan yang sangat tinggi sekitar 18.500 rpm. Kecepatan putaran ini menjadi kunci utama dalam menghasilkan tenaga besar namun dalam kemasan komponen yang relatif tetap kompak.
Berbeda dengan kebanyakan motor listrik lainnya yang menggunakan sistem penggerak langsung, Ducati justru memilih menggunakan sistem mekanisme reduksi gigi bertingkat yang cukup kompleks. Tenaga dari motor listrik tersebut kemudian disalurkan ke roda belakang menggunakan rantai yang merupakan konfigurasi favorit motorsport.
Formula teknis ini diklaim mampu membuat bobot keseluruhan motor menjadi lebih proporsional dan mendekati karakteristik motor bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine. Dengan menjaga profil tetap ramping, kelincahan dan stabilitas berkendara khas Ducati diharapkan tetap terjaga meski tanpa suara mesin.
Sejauh ini manajemen pusat belum memberikan keterangan resmi mengenai kapan jadwal pasti versi produksi dari motor listrik ini akan mulai diperkenalkan secara global. Kehadiran unit ini dipastikan akan memberi warna baru di segmen sport elektrik karena menonjolkan aspek performa yang sangat dominan.
“Kesepakatan dengan Dorna, pemegang hak MotoGP, datang pada waktu yang tepat untuk Ducati, yang telah mempelajari situasi powertrain listrik selama bertahun-tahun,” ungkap CEO Ducati. Pengalaman di lintasan balap memang menjadi laboratorium utama bagi mereka sebelum melepas produk ke tangan konsumen.
Investasi besar pada riset baterai dan sistem manajemen daya ini menunjukkan bahwa masa depan tanpa emisi bisa tetap terasa sangat menyenangkan bagi loyalis. Melalui paten motor listrik Ducati terbaru, perusahaan ingin memastikan bahwa DNA balap mereka tidak hilang meskipun beralih ke tenaga baterai.
Perkembangan teknologi ini sangat dinantikan oleh pasar otomotif global, mengingat brand satu ini selalu identik dengan kecepatan dan desain yang eksotis. Tantangan terbesar memang terletak pada bagaimana memberikan pengalaman emosional yang sama kuatnya dengan raungan mesin konvensional yang melegenda.
Dengan pendaftaran paten ini, jelas bahwa mereka tidak sekadar ikut-ikutan tren global namun ingin memimpin standar baru dalam industri motor sport elektrik. Kita tunggu saja bagaimana wujud nyata dari inovasi ini saat mendarat di aspal jalan raya dalam beberapa waktu mendatang.