Perbedaan Oli 10w30 dan 10w40, Mana yang Lebih Baik?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:44:43 WIB
perbedaan oli 10w30 dan 10w40

Jakarta - Perbedaan oli 10w30 dan 10w40 menjadi topik yang penting bagi pemilik motor di Indonesia karena kedua jenis oli ini sering dipakai. Sebenarnya, perbedaan utama terletak pada tingkat kekentalan dan fungsi masing-masing oli.

Selain itu, memilih oli yang sesuai sangat krusial agar mesin motor bekerja optimal. Tanpa oli yang tepat, mesin berisiko cepat aus atau mengalami kerusakan saat digunakan secara rutin. 

Oleh karena itu, pastikan selalu menyesuaikan jenis oli dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin motor.

Perbedaan oli 10w30 dan 10w40 perlu dipahami sebelum memutuskan oli yang akan digunakan demi menjaga performa dan umur mesin tetap maksimal.

Apa Itu Oli 10W30 dan10W40?

Bahan pelumas kendaraan, seperti oli, memiliki kemampuan tertentu untuk mengalir yang disebut viskositas. 

Setiap oli biasanya diberikan kode angka untuk menunjukkan tingkat kekentalannya. Kode ini membantu pengguna memahami bagaimana oli akan bekerja pada berbagai suhu mesin.

Sebagai contoh, oli dengan kode 10W40 memiliki arti tertentu. Huruf “W” di kode tersebut merupakan singkatan dari “Winter” atau musim dingin, menandakan seberapa lancar oli mengalir saat suhu rendah, misalnya saat mesin baru dinyalakan. 

Angka setelah huruf W menunjukkan kekentalan oli ketika mesin berada pada suhu normal. Semakin kecil angka tersebut, oli akan mengalir lebih lancar.

Oli dengan kode 10W30, meski sama-sama mengandung huruf W, memiliki kekentalan lebih rendah dibanding 10W40. 

Hal ini berarti oli 10W30 akan lebih mudah mengalir saat mesin mulai beroperasi, sehingga memberikan efek pelumasan yang cepat saat suhu mesin masih dingin.

Standar Tingkat Kekentalan Oli Internasional

Mengetahui viskositas oli sangat penting karena sifat oli berubah sesuai suhu mesin. Saat mesin dingin, oli cenderung mengental, sedangkan ketika mesin panas, oli akan menjadi lebih encer. 

Oli dengan kekentalan lebih rendah atau lebih mudah mengalir saat mesin panas akan lebih cepat melumasi bagian-bagian mesin, sekaligus memberikan perlindungan saat suhu rendah. 

Hal ini memastikan pelumas tetap efektif menjaga komponen mesin bekerja optimal, seperti yang terjadi pada oli 10W30 dan 10W40.

Standar kekentalan oli diatur oleh SAE (Society of Automotive Engineers), sebuah asosiasi yang menetapkan norma di berbagai bidang teknik, manufaktur, dan desain. 

Angka-angka yang tertera pada kode oli, seperti 20, 30, 40, 50, dan seterusnya, menunjukkan tingkat kekentalannya. 

Semakin kecil angka tersebut, oli akan semakin encer, sementara angka yang lebih besar menandakan oli lebih kental.

Perbedaan Oli 10W30 dan 10W40

Sebagai dua jenis oli motor yang paling umum digunakan di Indonesia, perbedaan oli 10w30 dan 10w40 terletak pada beberapa aspek penting yang patut dipahami.

1. Suhu Mesin
Perbedaan utama antara oli 10W30 dan 10W40 terlihat dari kekentalannya. Oli 10W30 memiliki sifat lebih encer, sehingga lebih mudah mengalir ketika mesin dalam kondisi dingin. 

Hal ini membuat oli jenis ini bisa cepat melumasi seluruh komponen mesin tanpa memerlukan energi tambahan saat dinyalakan.

Sementara itu, jika kendaraan sering digunakan di daerah bersuhu panas atau mesin bekerja pada temperatur tinggi, oli 10W40 menjadi pilihan yang lebih ideal. 

Jenis oli ini mampu bertahan pada panas tinggi dan melindungi mesin dari tekanan akibat suhu sekitar. 

Meski begitu, oli 10W30 tetap bisa dipakai dalam kondisi panas, namun karena lebih encer, efektivitas pelumasan terhadap bagian mesin tertentu bisa lebih rendah dibanding 10W40.

2. Jenis Mesin
Faktor lain yang menentukan pilihan oli adalah jenis mesin kendaraan. Misalnya, mesin dengan teknologi piston forged, seperti mesin diasil, memerlukan oli yang lebih kental, yakni 10W40. 

Ini dikarenakan piston forged memiliki kandungan logam padat yang lebih tinggi dan mengalami pemuaian berbeda dibanding piston cast. 

Kekentalan oli yang sesuai membantu menjaga jarak clearance antar komponen agar performa mesin tetap optimal.

3. Penggunaan Bahan Bakar
Kekentalan oli juga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Oli yang lebih encer, seperti 10W30, membuat mesin lebih ringan saat memompa oli, sehingga pemakaian BBM menjadi lebih hemat. 

Namun, oli encer cenderung lebih cepat masuk ke ruang bakar, yang membuat volume oli dalam mesin cepat berkurang.

4. Keausan Mesin
Oli yang lebih encer memang mudah masuk ke ruang bakar, tetapi hal ini membuat oli cepat berkurang, sehingga risiko keausan mesin meningkat. 

Sebaliknya, oli lebih kental memberikan pelumasan lebih baik, tetapi jika terlalu kental bisa menghambat gerakan komponen mesin. 

Bagi pengendara yang menginginkan tarikan mesin lebih ringan, oli encer bisa menjadi pilihan, namun harus lebih sering dicek dan diganti agar mesin tetap awet.

Memilih oli yang tepat sesuai spesifikasi mesin sangat penting, karena ada dua konsekuensi: oli encer membuat tarikan lebih enteng tetapi boros, sedangkan oli kental lebih tahan lama tapi bisa membuat tarikan berat.

5. Jarak Tempuh
Banyak yang beranggapan bahwa oli lebih kental cocok untuk mesin dengan jarak tempuh tinggi, misalnya di atas 120 ribu kilometer. 

Faktanya, hal ini lebih tergantung pada usia mesin. Oli 10W40 yang kental bisa menambah beban pada pompa oli, sedangkan oli 10W30 dengan kekentalan lebih rendah memungkinkan mesin beroperasi lebih ringan dan jarak tempuh oli bisa lebih panjang.

Tips Memilih Oli yang Tepat

Cek buku manual kendaraan: Buku manual mobil memuat rekomendasi jenis dan spesifikasi oli yang sesuai dengan mesin.

Sesuaikan dengan cuaca dan gaya berkendara: Untuk perjalanan di cuaca panas atau mesin dengan performa tinggi, oli dengan viskositas lebih tinggi, misalnya 10W40, bisa lebih optimal.

Konsultasikan dengan mekanik: Mintalah saran dari mekanik berpengalaman agar pilihan oli benar-benar cocok untuk kondisi mobil Anda.

Sebagai penutup, memahami perbedaan oli 10w30 dan 10w40 membantu memilih pelumas yang tepat, menjaga kinerja mesin stabil, efisien, dan awet dalam berbagai kondisi.

Terkini