Berkarya untuk Bumi: PLN Indonesia Power Mengubah PLTU dengan Biomassa

Minggu, 28 April 2024 | 01:16:55 WIB

Jakarta, PLN Indonesia Power (PLN IP) telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 555.339 ton pada tahun 2023 dengan mengganti batu bara dengan biomassa dalam beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah dalam transisi energi.

Menurut Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, penggunaan biomassa sebagai pengganti batu bara telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 555.339 ton CO2 pada 18 PLTU, menghasilkan energi bersih sebesar 509,54 GWH dengan memanfaatkan 478.741 ton biomassa.

Edwin menyatakan bahwa PLN Indonesia Power berhasil mereduksi emisi karbon dengan meningkatkan penggunaan biomassa sebagai pengganti batu bara selama tahun 2023.

Pembangkit listrik yang telah menerapkan penggunaan biomassa ini mencakup PLTU Suralaya 1-4, Sanggau, Jeranjang, Suralaya 5-7, Lontar, Labuan, Pelabuhan Ratu, Adipala, Suralaya 8, Asam-asam, Sintang, Barru, Berau, Pangkalan Susu, Holtekamp, Bengkayang, Labuan Angin, dan PLTU Ombilin.

Edwin juga menegaskan bahwa penggunaan biomassa sebagai pengganti batu bara adalah bukti nyata dukungan korporasi terhadap upaya PLN dalam memimpin transisi energi di Indonesia dan mencapai target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025.

Dia menjelaskan bahwa program penggunaan biomassa ini tidak hanya mendukung transisi energi di PLN Group, tetapi juga membantu pemerintah dalam mencapai target EBT dalam bauran energi nasional.

Program penggunaan biomassa ini memanfaatkan berbagai jenis bahan baku seperti serbuk gergaji, cangkang sawit, kepingan kayu, sampah, dan limbah uang kertas, yang menciptakan dampak positif pada perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Edwin juga menjelaskan bahwa PLN IP bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam menjaga pasokan biomassa, sehingga berkontribusi pada penciptaan Indonesia yang bersih, mandiri secara energi, dan meningkatkan kapasitas nasional dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Menurut Edwin, keberhasilan program penggunaan biomassa ini hanyalah awal dari upaya PLN Indonesia Power dalam menerapkan transisi energi, dan PLN akan terus berupaya mengakselerasi transisi energi di Indonesia dengan mengembangkan berbagai program EBT di sektor kelistrikan.

Terkini