Melangkah ke Masa Depan: Pengembangan Energi Terbarukan di Nusa Penida oleh PLN Indonesia Power

Jumat, 26 April 2024 | 23:28:49 WIB

Jakarta, PLN Indonesia Power (PLN IP) berperan penting dalam mempercepat transisi energi di Indonesia dengan komitmen kuat untuk terus berinovasi dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya dengan menambah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Pulau Nusa Penida, Bali. Langkah ini tidak hanya untuk mendukung pariwisata dengan energi bersih, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dan mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis.

Saat ini, Pulau Nusa Penida telah memiliki PLTS Hybrid berkapasitas 3,5 MWac. Namun, dalam rencana jangka menengah, PLN IP akan menambah kapasitas dengan PLTS dan PLTB sebesar 14,5 MW, yang juga akan dilengkapi dengan teknologi Battery Energy Storage System (BESS). PLTS diharapkan akan mulai beroperasi pada tahun 2025, diikuti oleh PLTB pada tahun 2026.

Rencana ini mendapat dukungan langsung dari Komisi VII DPR RI, yang mengakui peran PLTS Hybrid Nusa Penida sebagai simbol transisi energi, bukan hanya secara simbolis tetapi juga sebagai bagian dari upaya nyata dalam mencapai NZE.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, juga memberikan dukungan terhadap regulasi EBT dan menyusun Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) untuk mendukung target NZE 2060.

PT PLN (Persero) sebagai Holding Company PLN Indonesia Power berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan program transisi energi, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pembangkit listrik menggunakan teknologi bersih.

Pengembangan PLTS di Nusa Penida adalah bagian dari RUPTL Paling Hijau PT PLN Persero Tahun 2021-2030, dengan 52% pembangkit listrik yang akan dibangun menggunakan sumber energi terbarukan.

PLN Indonesia Power siap mendukung program transisi energi di Indonesia dengan terus mengejar target bauran EBT, termasuk pengembangan pembangkit hijau di Nusa Penida.

Selain itu, PLN IP juga mendukung target NZE Bali pada tahun 2045, lebih cepat 15 tahun dari target nasional, dengan mengembangkan potensi EBT di Pulau Bali. Hal ini diharapkan tidak hanya memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli lingkungan, tetapi juga mempertahankan status Bali sebagai destinasi wisata terkemuka di dunia.

Halaman :

Terkini