Percepat Tenaga Surya Atap untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional

TA
Talita Malinda

Editor: Yoga Susila Utama

Kamis, 28 Mei 2026
Percepat Tenaga Surya Atap untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional
pengembangan proyek energi terbarukan. ( Sumber : NET )

LAM DONG - Perdana Menteri telah memberikan arahan mengenai penguatan penerapan penghematan listrik serta pengembangan tenaga surya atap.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan listrik yang stabil, aman, dan berkelanjutan guna mendukung kehidupan masyarakat, bisnis, serta produksi.

Tugas ini merupakan tanggung jawab mendesak dan penting yang menentukan keamanan energi nasional serta pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2026 menjadi awal dari rencana pembangunan sosial-ekonomi lima tahun 2026-2030, dengan target pertumbuhan dua digit.

Hal tersebut menuntut upaya nyata dalam menjamin ketersediaan listrik, terutama melalui pengembangan energi bersih dan sumber daya domestik.

Sementara itu, pasar energi dunia yang kompleks dan penuh risiko berdampak langsung terhadap keamanan energi nasional.

Tanpa adanya solusi yang efektif, tegas, dan tepat waktu, risiko ketimpangan pasokan dan permintaan listrik dapat terjadi, khususnya selama kurun waktu 2026-2028.

Oleh karena itu, implementasi solusi yang tegas serta tersinkronisasi dalam mengelola permintaan listrik serta menggunakan energi secara efektif di seluruh negeri menjadi sangat penting.

Hal ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional sistem kelistrikan, pengurangan beban puncak, serta menekan tekanan investasi pada sumber energi baru.

Pada saat yang sama, pengembangan tenaga surya atap untuk konsumsi sendiri yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi akan melengkapi sumber daya lokal.

Sistem ini sekaligus meningkatkan fleksibilitas kelistrikan dan berkontribusi menjaga keamanan energi nasional.

Solusi-solusi tersebut harus segera diterapkan mulai tahun 2026, dengan tanggung jawab khusus yang dibebankan kepada setiap sektor, kementerian, daerah, dan perusahaan.

Saat ini, provinsi tersebut memiliki 97 proyek energi terbarukan yang beroperasi dengan kapasitas total 3.887,89 MW, atau mencakup 47,17% dari total kapasitas pembangkit di provinsi.

Proyek tersebut terdiri dari 58 PLTA dengan kapasitas 2.325,31 MW, 11 PLTB berkapasitas 404,2 MW, serta 28 proyek PLTS terkonsentrasi dengan kapasitas 1.158,38 MW.

Kenyataan saat ini memperlihatkan bahwa provinsi secara aktif mendorong pengembangan energi terbarukan, dengan visi menjadi pusat energi di wilayah Dataran Tinggi Tengah sesuai Rencana Pengembangan Energi VIII.

Provinsi telah memusatkan perhatian pada pemanfaatan tenaga air, tenaga angin, dan tenaga surya guna mempercepat pengembangan periode 2026-2030 berbasis kekuatan alam yang tersedia.

Provinsi telah merencanakan 18 area tenaga angin, dengan proyeksi kapasitas 665,4 MW untuk 10 area pertama pada tahun 2030.

Rencana Pengembangan Energi VIII mengalokasikan kapasitas tenaga angin sebesar 2,4 GW untuk provinsi Lam Dong.

Terkait tenaga air, provinsi terus menjaga serta meningkatkan efisiensi 58 proyek tenaga air dengan kapasitas lebih dari 2.325 MW sebagai sumber energi utama.

Selain itu, provinsi mengembangkan proyek tenaga surya terkonsentrasi bersamaan dengan PLTA yang sudah ada.

Target provinsi untuk periode 2030-2035 adalah menghilangkan hambatan prosedural guna memastikan keamanan energi dan mempercepat proyek energi.

Patut dicatat bahwa untuk periode 2025-2030, provinsi telah menetapkan berbagai proyek prioritas, tugas utama, dan proyek penarik investasi.

Proyek prioritas yang didanai kemitraan publik-swasta dan anggaran negara mencakup pengembangan energi, termasuk pembangkit listrik BOT Son My I dan II, serta investasi energi terbarukan seperti tenaga angin lepas pantai.

Provinsi akan terus mempromosikan pengembangan tenaga surya atap mandiri, dengan memprioritaskan instalasi di perusahaan bisnis, kantor pemerintah, rumah tangga, dan fasilitas layanan.

Provinsi bakal mendorong pemasangan sistem penyimpanan energi terintegrasi untuk meningkatkan kemandirian sumber daya listrik lokal dan mengurangi beban jam puncak.

Provinsi akan memaksimalkan mobilisasi sumber daya listrik cadangan dan lokal dari perusahaan, bisnis, serta instansi ketika sistem kelistrikan berisiko kekurangan daya, sekaligus meningkatkan pemakaian energi lokal untuk menekan tekanan pada jaringan nasional.

Untuk membuka potensi energi, salah satu kunci solusinya adalah giat melakukan inovasi model pertumbuhan, dengan teknologi, ilmu pengetahuan, serta inovasi sebagai penggerak utama pembangunan berkelanjutan yang cepat.

Provinsi juga bertujuan mengimplementasikan secara efektif Resolusi No. 70-NQ/TW dari Politbiro mengenai jaminan keamanan energi nasional tahun 2030, dengan visi hingga 2045.

Provinsi berupaya membangun Pusat Energi Son My selama 2025-2030.

Mempertahankan pengembangan tenaga air yang berkelanjutan dan stabil sambil menjaga kesejahteraan masyarakat serta perlindungan lingkungan.

Menarik serta memfasilitasi pengembangan proyek energi sesuai rencana, terutama tenaga angin, tenaga surya, tenaga air penyimpanan pompa, serta pengolahan sampah menjadi energi.

Provinsi mempersiapkan diri dengan baik untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan pengembangan tenaga angin lepas pantai yang terkait dengan produksi amonia dan hidrogen "hijau".

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua